17 April 2010

SDIT Insan Mulia Wonosobo Refreshing ke Lereng Sindoro part 2:Bedakah





Kita lanjutkan cerita pendakian lereng Sindoro-nya ya...
Setelah kami anak-anak SDIT Insan Mulia Wonosobo cukup lama menikmati dan mensyukuri pemandangan serta keindahan ciptaan Allah di atas lereng Sindoro, kira-kira pukul 10.00 lebih kami pun melanjutkan perjalanan menuruni kembali jalanan setapak. menuju tempat berikutnya.
Kami menyusuri jalan seperti ketika kami berangkat tadi, tapi ini lebih harus berhati-hati, karena jalanan menurun, lari kencang dikit saja langsung terpeleset, jadi... hati-hati pokoknya...
"Wah, jalan turun lebih capek ya" kata mas Raihan. Iya, soalnya kaki harus menahan. "Enak ya kalau jalannya lurus terus kayak gini" kata mas A'az. "Datar-datar terus tidak naik tidak turun", sahut mas Vava. Bisa saja mereka ya... Jangan lupa baca Tasbih jika jalan turun, oke...
Setelah beberapa kali berhenti, akhirnya sampai juga ke tempat dimana mobil sudah menunggu kami hampir 1 jam lebih. Dan kami pin naik mobil menuju tempat lainnya, yaitu Telaga Bedakah Wonosobo.
Kami kembali melewati jalanan yang berbatu dan berlumpur naik turun, dengan beberapa kali bertanya akhirnya kami sampai ke telaga. Tempatnya berada di desa Bedakah yang berada di ketinggian 1300 dpal, bersebelahan dengan pabrik teh Bedakah Wonosobo.
Image(732)

Di sana kami menikmati suasana telaga dan kicauan burung yang beterbangan.  Suasana sangat asri, jadi betah di sini. Wah, makan-makan dulu ya...
 Image(726) 
Eee...kami juga bersantai-santai di tepi telaga lho...
 Image(729)  
Ada juga jembatan merah lurus dan lengkung, tu liat kan...
Image(733)   
Istirahat dulu ya duduk-duduk bentar...
Image(737) 
Mau bersandar di teko dan cangkir raksasa niy...
Image(739)
Tak terasa waktu sudah mulai siang, padahal perjalanan pulang sangat jauh nih, ya terpaksa kami siap-siap pulang.
Di perjalanan pulang kami sempatkan berhenti di perkebunan teh, kalian sudah pernah kan?
Image(744)
Setelah itu kami pun mulai perjalanan kami kembali, menyusuri jalanan berbatu dan berliku serta penuh lumpur... hiiii, mobil jadi kotor penuh lumpur. Waduh, kembali senam jantung seperti saat berangkat nih. Ditambah naik turun, jalan yang kami lewati ini bukan jalan yang sama ketika kami berangkat, hanya medannya yang hampir sama, tetapi jalurnya berbeda. Kami seperti mengitari gunung, berjalan dari satu ujung sampai ke ujung yang lain. Benar-benar pengalaman yang menegangkan. Perut serasa dikocok, seperti telur dadar... Seperti naik perahu di sungai kering, bisa kalian bayangkan?
Walaupun begitu, anak-anak tetap ceria, mereka tetap bercanda dan bermain angin lewat jendela mobil, mengambil dan menyentuh dau-daunan, serasa terbang dengan kereta angin. Ketika anak-anak menyukainya, maka tidak ada alasan untuk kami tidak menyukainya... mereka tertawa, kami pun tertawa...:)
Image(740) Image(730)Image(734)
Image(741) Image(742)Image(731)
 Image(743)  Image(745)Image(746)Image(747)Image(735)Image(736)

8 komentar:

Admin mengatakan...

hmmm bau teh yang sedap..
juga pemandangan yang menyejukkan di telaga ini

noeth: mengatakan...

iya nih, anak-anak jadi pengin minum teh hangat, sruput enak banget:)Palagi pemandangan indah, subhanallah.. kami jadi semakin betah menikmatinya pemandangan juga makan siangnya..

Anonim mengatakan...

waa di situ ada orang berenang emang nggak dalam tuh.

Maz alif mengatakan...

wah.......daffa makan mienya gak bagi2 ya....

Admin mengatakan...

iya tuh mas alief, mz daffa kewaregen mie ampe lupa ma ustadz, ga kebagian deh

Anonim mengatakan...

Iya tuh nggak mau bagi2 sama aku.
Dito

dito mengatakan...

pasti mas daffa ke'e nakan tuh makan mie sambil lihat telaga bedaka yang sangat bagus
subhanallahbagus ya ciptaan allah swt.

Admin mengatakan...

Yups, betul mas Dito. Kapan2 tafakur alam lagi ya ...